Manusia Sebagai Mahluk Budaya

Manusia di alam ini memegang peranan yang unik dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu Kimia). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu Fisika), manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (ilmu Biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), mahluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat), dan lain sebagainya.

Manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang memiliki akal budi, perasaan dan pikiran. Ketiga hal itu merupakan peranan yang penting bagi manusia. Jika manusia tidak memiliki ketiga hal itu, mungkin sampai saat ini dunia tidak seperti sekarang ini. Maka dari itualah mengapa manusia disebut mahluk ciptaan Tuhan yang paling baik. Akal budi dan pikiran manusialah yang sampai sekarang ini bisa membawa kemajuan dalam peradaban sejak beribu-ribu tahun lamanya.

Sumber : MKDU Ilmu Budaya Dasar Seri Diktat Kuliah Universitas Gunadarma
http://catarts.wordpress.com/2012/04/13/hakikat-manusia-sebagai-makhluk-budaya/

Hakekat Manusia sebagai Mahluk Budaya


Manusia adalah salah satu makhluk Tuhan di dunia. Makhluk Tuhan di alam ini dapat dibagi yaitu :
– Alam
– Manusia
– Binatang
– Tumbuhan

Sifat-sifat yang dimiliki dari keempat makhluk diatas adalah :
1. Alam memiliki sifat wujud
2. Tumbuhan memilliki sifat wujud dan hidup
3. Binatang memiliki sifat wujud,hidup dan dibekali nafsu
4. Manusia memiliki sifat wujud,hidup,dibekali nafsu,serta akal budi

Akal budi merupakan kelebihan yang dimiliki oleh manusia. Akal adalah kemampuan berpikir manusia sebagai kodrat.
Budi artinya akal juga atau arti lain bagian dari hati. Bahasa Sanskerta Budi yaitu Budh yang artinya akal.Hal ini dilengkap oleh kamus Lengkap Bahasa Indonesia Budi adalah bagian dari kata hati yang berupa paduan akal dan perasaan yang dapat membedakan baik dan buruk.

Istilah lain dari kata budi yaitu :
– Tabiat
– Peranggai dan
– Akhlak

Dengan akal dan budi inilah manusia mampu menciptakan bebagai hal antara lain :
– Menciptakan
– kreasi
– Memperlakukan
– Memperbaruhi
– Memperbaiki
– Mengembangkan dan
– Meningkatkan sesuatu

Kepentingan Hidup Manusia adalah dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kebutuhan hidup ini dapat dibagi :
1. Kebutuhan yang bersifat kebendaan (sarana dan prasarana)
2. Kebutuhan yang bersifat rohani,mental atau psikologis

Menurut Abraham Maslow seorang ahli psikologi,berpendapat bahwa kebutuhan manusia
dapat dibagi 5 tingkatan yaitu :

1. Kebutuhan Fisiologis(Physiological needs) yaitu merupakan kebutuhan Primer,dasar,dan
vital.contohnya (makanan,pakaian,tempat tinggal,sembuh dr sakit dll)

2. Kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan (Safety and security needs) yaitu kebutuhan ini
menyangkut perasaan,seperti bebas dari rasa takut,terlindung dr ancaman dan
penyakit,perang,kemiskinan,kelaparan,perlakuan tdk adil dan sebagainya.

3. Kebutuhan sosial(sosial needs).Kebutuhan ini merupakan kebutuhan akan
dicintai,diperhitungkan sebagai pribadi,diakui sebagai anggota kelompok,rasa setia
kawan,kerja sama,persahabatan,interaksi dll.

4. Kebutuhan akan penghargaan(esteem needs).Merupakan kebutuhan akan dihargai
kemampuan,kedudukan,jabatan,status,pangkat,dan sebagainya.

5. Kebutuhan akan aktualisasi diri(self actualization).Merupaka kebutuhan memaksimalkan
penggunaan potensi,kemampuan,bakat,kreativitas,ekpresi diri,pretasi dll.
Dengan akal budi manusia mampu menciptakan suatu kebudayaan.dimana keudayaan itu
sendiri adlah hasil dari akal budi dlm interaksinya,baik dgan alam atau manusia lainnya.

Sumber : http://catarts.wordpress.com/2012/04/13/hakikat-manusia-sebagai-makhluk-budaya/

Etika dan Estetika Berbudaya

Kata “Etika” berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos. Ada 3 jenis makna etika menurut Bertens :
1. Etika dlam arti nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok orang dalam mengatur tingkah laku.
2. Etika dalam arti kumpulan asas atau nilai moral ( kode etik)
3. Etika dalam arti ilmu atau ajaran tentang baik dan buruk ( filsafat moral)

Kebudyaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Manusia beretika, akan menghasilkan budaya yang beretika.
Etika berbudaya mengandung tuntutan bahwa budaya yang diciptakan harus mengandung niali-nilai etik yang bersifat universal. Meskipun demikian suatu budaya yang dihasilkan memenuhi nilai-nilai etik atau tidak bergantung dari paham atau ideologi yang diyakini oleh masyarakat.

Estetika dapat dikatakan sebagi teori tentang keindahan atau seni. Estetika berkaitan dengan nilai indah-jelek.
Makna keindahan secara luas, keindahan mengandung ide kebaikan, secara sempit, yaitu indah dalam lingkup persepsi penglihatan (bentuk dan warna), secara estetik murni, menyangkut pengalaman estetik sesorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diresapinya melalui indera. Estetika berifat subyektif,sehingga tidak bisa dipaksakan. Tetapi yang penting adalah menghargai keindahan budaya yang dihasilkan oleh orang lain.

Sumber : http://perumtel.files.wordpress.com/2010/10/2-etika-dan-estetika-berbudaya.pptx

Problematika Kebudayaan

Problematika kebudayaan dapat diartikan sebagai suatu permasalahan budaya yang secara tidak langsung merubah pandangan dan kebiasaan seseorang dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Secara tidak langsung menjadi kebiasaan entah itu baik atau buruk. Biasanya, problematika dalam kebudayaan dapat dicontohkan dalam kehidupan zaman sekarang, Indonesia merupakan negara asia, dan negara asia kebudayaannya menganut sistem budaya timur dimana kita harus menghargai kesopanan terutama beretika dalam hal apapun, misalkan berbicara kepada yang lebih tua, kesopanan kita, dsb. Semenjak adanya budaya barat masuk ke dalam negara kita, budaya kita semakin tertinggal jauh dan sedikit terlupakan. Dalam kehidupan zaman sekarang, mulai dari mode pakaian ala barat perlahan-lahan merajai perindustrian mode di Indonesia dengan model-model baju yang terlihat elegan, menarik perhatian, dsb. Sehingga masuknya budaya barat di Indonesia menjadi meluas dan di sudut manapun pasti akan terlihat hal-hal seperti itu.

Maka dari itu, kita sendiri sebagai bangsa Indonesia yang baik haruslah tau penempatan diri kita, jangan sampai budaya timur yang dimiliki negara kita harus luput dengan adanya budaya barat. Kita boleh membudayai budaya barat, tetapi jangan sampai kita lupa bahwa bangsa kita berada di budaya bagian timur. Semua harus balance dan tidak “pincang”.

Kebudayaan adalah produk manusia atau Manusia adalah produk kebudayaan?

Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan perkataan lain, kebudayaan mencakup kesemuanya yang didapatkan dan dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Menurut Koenjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karyamanusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan hasil budi dankaryanya itu.Sedangkan peradaban = civilization, biasanya dipakai untuk bagan-bagan danunsur-unsur yang halus dan indah seperti kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopansantun dan sistem pergaulan yang kompleks dalam suatu masyarakat dengan struktur yang kompleks. Peradaban sering pula dipakai untuk menyebutkan suatu kebudayaan. Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini.

Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.

Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai :
1. Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
2. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
3. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4. Pembeda manusia dan binatang
5. Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
6. Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
7. Sebagai modal dasar pembangunan.

Sumber : Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma
http://joejews.blogspot.com/2012/03/kaitan-manusia-dan-kebudayaan.html
http://yanleswandi.blogspot.com/2011/11/manusia-dan-kebudayaan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s