Pancasila dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

A. PENDAHULUAN
Nilai-nilai Pancasila telah ada pada bangsa Indonesia sejak zaman dulu kala sebelum bangsa Indonesia mendirikan negara. Terbentuknya negara Indonesia melalui proses atau tahap-tahap sejarah yang panjang. Berawal dari zaman batu hingga munculnya kerajaan-kerajaan pada abad ke-4 sampai pada bangsa Indonesia sendiri dijajah dengan negara lain dan zaman pada saat bangsa Indonesia merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah.
 Zaman Kutai
Pada zaman kerajaan Kutai, masyarakat Kutai yang memulai zaman sejarah di bangsa Indonesia dan pada masa kerajaan Kutai sudah menampilkan nilai-nilai politik, sosial, dan ketuhanan dalam bentuk kenduri, sedekah pada Brahmana.
 Zaman Sriwijaya
Pada masa kerajaan Sriwijaya, merupakan kerajaan maritim terbesar karena mereka memiliki armada laut yang kuat pada masa itu. Kerajaan sriwijaya juga mengembangkan bidang pendidikan, karena terbukti Sriwijaya memiliki semacam universitas agama Budha yang terkenal di daerah Asia.
 Zaman Kerajaan-Kerajaan Sebelum Kerajaan Majapahit
Pada zaman kerajaan sebelum munculnya kerajaan majapahit diterapkan untuk Raja Airlangga, yaitu sikap toleransi dalam beragama dan nilai-nilai kemanusiaan serta perhatian kesejahteraan pertanian bagi rakyat dengan membangun tanggul serta waduk.
 Zaman Kerajaan Majapahit
Pada zaman kerajaan Majapahit saat pemerintahan raja Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada, hidup dan berkembang dua agama yaitu agama Hindu dan Budha. Majapahit melahirkan beberapa empu seperti empu Prapanca yang menulis buku Negara Kertagama (1365) yang didalam buku tersebut terdapat istilah “Pancasila”, kemudian empu Tantular mengarang buku Sutasoma yang didalam buku tersebut tercantum istilah “Bhinneka Tunggal Ika”. Pada abad ke-14 kerajaan Majapahit pun akhirnya runtuh dan mulai masuklah agama Islam ke Indonesia serta mulai berdatangan bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol untuk mencari rempah-rempah dan akhir abad 14 Belanda datang ke Indonesia dengan membawa bendera VOC. VOC merupakan perkumpulan dagang hindia belanda yang didirikan oleh pemerintahan belanda.
 Kebangkitan Nasional
Dengan kebangkitan dunia timur pada abad XX di panggung politik unternasional tumbuh kesadaran akan kekuatan sendiri seperti negara Philipina (1839) yang dipelopori oleh Joze Rizal, kemenangan Jepang atas Rusia di Tsunia (1905), adapun di Indonesia yang diawali dengan berdirinya Budi Utomo dipelopori dr. Wahidin Sudirohusodo pada tanggal 20 Mei 1908. Lalu berdirilah Sarekat Dagang Islam pada tahun 1909, Partai Nasional Indonesia (PNI) tahun 1927 yang didirikan oleh Soekarno, Cipto Mangunkusumo, Sartono, dan tokoh lainnya. Semenjak saat itu tujuan bangsa Indonesia menjadi jelas yaitu Indonesia merdeka. Kemudian perjuangan Indonesia diteruskan dengan adanya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
 Penjajahan Jepang
Janji para penjajah Belanda tentang Indonesia merdeka hanyalah kebohongan belaka, sehingga tidak pernah menjadi kenyataan sampai akhir penjajahan Belanda pada tanggal 10 Maret 1940. Kemudian masuklah para penjajah jJepang ke Indonesia dengan propaganda “Jepang pemimpin Asia. Jepang saudara tua bangsa Indonesia.” Pada tanggal 29 April 1945 bersamaan dengan ulang tahun Kaisar Jepang, penjajah Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia, janji ini diberikan karena Jepang sendiri merasa terdesak dengan pasukan Sekutu. Bangsa Indonesia diperbolehkan memperjuangkan kemerdekaannya. Untuk mendapatkan simpati dan dukungan bangsa Indonesia, maka tentara Jepang menganjurkan untuk membentuk suatu badan yang memiliki tugas untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yang diberi nama BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Cosakai.
 Zaman Merebut Kemerdekaan
7 September 1944 adalah janji politik Pemerintahan Balatentara Jepang kepada Bangsa Indonesia, bahwa Kemerdekaan Indonesia akan diberikan besok pada tanggal 24 Agustus 1945 karena mereka menderta kekalahan dan tekanan dari tentara sekutu dan juga tuntutan serta desakan dari pemimpin Bangsa Indonesia. Kemudian tanggal 29 April 2945 pemberitahuan BPUPKI oleh Gunswikau (Kepala Pemerintahan Balatentara Jepang di Jawa) yang bertugas untuk menyelidiki segala sesuatu mengenai persiapan kemerdekaan Indonesia, dan beranggotakan 60 orang yang terdiri dari ara Pemuka Bangsa Indonesia yang diketuai oleh Dr. Rajiman Wedyodiningrat. Awal perumusan sila-sila Pancasila adalah sidang pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dengan Acara Sidang Mempersiapkan Rancangan Dasar Negara Indonesia Merdeka. Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno berpidato dan mengusulkan tentang “Konsep Dasar Falsafah Negara Indonesia Merdeka” yang diberi nama Pancasila dengan urutan: Kebangsaan Indonesia, Peri Kemanusiaan (Internasionalisme), Mufakat Demokrasi, dan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Mengacu pada Rumusan Piagam Jakarta 22 Juni 1945, dan setelah melalui rapat dan diskusi, maka telah disepakati berdasarkan sejara perumusan dan pengesahannya, yang sah dan resmi menurut yuridis menjadi Dasar Negara Indonesia adalah Pancasila seperti yang tercantum pada pembukaan UUD 1945.

B. MASA SETELAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN
Proklamasi kemerdekaan secara ilmiah mengandung pengertian yang diartikan sebagai berikut:
a. Dari sudut ilmu yuridis, proklamasi diartikan sebagai saat tidak berlakunya tertib hukum kolonial dan saat berlakunya hukum nasional.
b. Secara politis ideologis, proklamasi diartikan sebagai bangsa Indonesia yang terbebas dari penjajahan bangsa asing dan mempunyai kedaulatan untuk menentukan nasibnya sendiri.
Setelah proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, negara Indonesia masih menghadapi tentara sekutu yang berupaya untuk menanamkan kembali kekuasaan Belanda di Indonesia. Pemaksaan untuk mengakui pemerintahan NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Selain itu Belanda dengan cara yang licik sengaja mempropagandakan kepada dunia luar bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hadiah dari penjajah Jepang. Untuk melawan propaganda tersebut, pemerintah Indonesia sendiri mengeluarkan tiga macam maklumat yang berisi:
1. Maklumat Wakil Presiden No. X (iks) tanggal 16 Oktober 1945 yang menghentikan kekuasaan luar biasa dari Presiden sebelum masa waktunya (seharusnya 6 bulan). Kemudian maklumat tersebut memberikan kekuasaan MPR dan DPR yang semula dipegang oleh Presiden kepada KNIP.
2. Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945, tentang pembentukan partai politik sebanyak-banyaknya oleh rakyat. Hal ini sebagai akibat dari anggapan bahwa salah satu ciri dari demokrasi adalah multi partai. Maklumat ini juga sebagai upaya agar dunia luar menilai bahwa Indonesia sebagai negara demokratis.
3. Maklumat Pemerintah tanggal 14 Nopember 1945, intinya maklumat ini mengubah sistem kabinet presidensial menjadi sistem kabinet parlementer berdasarkan asas sistem demokrasi liberal.

C. PEMBENTUKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERIKAT
Pada Konferensi Meja Bundar yang diadakan di Den Haag tanggal 27 Desember 1949 merupakan suatu konferensi persetujuan yang ditandatangani oleh Ratu Belanda Juliana dan Pemerintah Indonesia yang menghasilkan keputusan antara lain:
1. Konstitusi RIS menentukan bentuk negara serikat yang membagi Indonesia menjadi 16 negara bagian.
2. Konstitusi RIS menentukan sifat pemerintahan berdasarkan asas demokrasi liberal dengan para menteri yang bertanggung jawab kepada parlemen.
3. Mukadimah Konstitusi RIS menghapuskan jiwa dan isi Pembukaan UUD 1945.
Sebelum persetujuan KMB, bangsa Indonesia telah memiliki kedaulatan, dan oleh karena itu persetujuan KMB bukan penyerahan kedaulatan melainkan pemulihan kedaulatan.

D. TERBENTUKNYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA 1950
Berdirinya negara RIS dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia adalah sebagai satu taktik secara politis untuk tetap konsisten terhadap deklarasi proklamasi yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 yaitu Negara persatuan dan kesatuan sebagaimana dalam alinea keempat, bahwa pemerintahan negara “………, yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah negara Indonesia…….”, yang berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila. Terjadilah suatu gerakan unitaritis secara spontan dan rakyat yang membentuk negara kesatuan menggabungkan diri dengan negara proklamasi RI yang pada saat itu berpusat di Yogyakarta. Negara bagian RIS hanya tersisa tiga yaitu Negara Bagian RI Proklamasi, Negara Indonesia Timur (NIT), dan Negara Sumatera Timur (NST). Berdasarkan persetujuan RIS dengan negara RI tanggal 19 Mei 1950 seluruh negara pun bersatu dengan konstitusi sementara yang sudah berlaku sejak 17 Agustus 1950 dengan nama UUD Sementara 1950.

E. DEKRIT PRESIDEN 5 JULI 1959
Hasil dari pemilu tahun 1955 dalam kenyataannya tidak dapat memenuhi keinginan masyarakat dan bahkan mengakibatkan adanya ketidakstabilan pada bidang poleksosbudhankam, keadaan ini disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
a. Makin berkuasanya modal-modal raksasa terhadap perekonomian di Indonesia
b. Sering digantinya sistem kabinet
c. Sistem liberal pada UUD Sementara 1950 mengakibatkan jatuh bangunnya kabinet/pemerintahan.
d. DPR hasil Pemilu 1955 tidak mampu mencerminkan perimbangan kekuatan politik yang ada
e. Faktor yang menentukan adanya dekrit presiden adalah gagalnya Konstituante untuk membentuk UUD yang baru.

Dari kegagalan diatas maka akhirnya presiden pun mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959 yang berisi:
1. Membubarkan Konstituante
2. Menetapkan berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS 1950.
3. Dibentuknya MPRS dan DPAS dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Dengan berlakunya UUD 1945 maka selanjutnya akan terjadi pelaksanaan pemerintahan Orde Lama sampai tahun 1966 akibat adanya pemberontakan G. 30 S/PKI. Setelah pemberontakan dapat dikuasai oleh penerima SUPERSEMAR yaitu Letjen Soeharto, maka pemerintahan melaksanakan ketentuan UUD’45 secara murni dan konsekuen. Pemerintahan ini disebut juga sebagai pemerintahan Orde Baru yang berkuasa sampai tahun 1998, kemudian diganti dengan pemerintahan Reformasi sampai saat sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s