Perkembangan Penduduk

Perkembangan penduduk diartikan sebagai perubahan populasi yang terjadi sewaktu-waktu dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Perkembangan penduduk ini sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan duduk dapat terjadi kebanyakan di beberapa negara berkembang termasuk Indonesia. Jumlah penduduk di Indonesia selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu karena adanya pertumbuhan penduduk pada wilayah tersebut. Sebagai contohnya dapat dilihat pada hasil sensus penduduk yang pertama kali terjadi di Indonesia pada tahun 1930, pada saat penjajahan Belanda, jumlah penduduk di Indonesia hanya sebesar 60,7 juta jiwa.

Hasil sensus ini sangat berguna untuk memperlihatkan tingkat pertumbuhan penduduk yang terjadi di suatu negara atau beberapa wilayah tertentu. Setelah Indonesia merdeka pemerintah Indonesia mengadakan sensus penduduk pertama setelah Indonesia merdeka pada tahun 1961. Hasil sensus penduduk pada tahun 1961 menunjukkan bahwa penduduk di Indonesia berjumlah 97,2 juta jiwa. Sensus penduduk kedua diadakan oleh pemerintah pada tahun 1971 dengan jumlah penduduk di Indonesia sebanyan 119,2 juta jiwa dan seterusnya.

Pertumbuhan penduduk yang terjadi di dunia sangat dipengaruhi adanya perkembangan peradaban manusia dalam berinteraksi dengan alam sekitarnya. Seiring dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi manusia dalam mengolah sumber daya alam menyebabkan taraf kehidupan manusia semakin baik sehingga hal ini sangat memengaruhi terhadap penurunan angka kematian penduduk. Pertumbuhan Penduduk dunia menurut Thompson dan Lewis meliputi 5 periode, sebagai berikut.

  1. Periode Tahun 1650 – 1800

Periode ini ditandai dengan berkembangnya teknik pertanian baru dan berdirinya pabrik-pabrik yang disertai sarana transportasi yang cukup sehingga kondisi tersebut memengaruhi terhadap pertumbuhan penduduk, terutama negara-negara Barat. Saat itu pertumbuhan penduduk diperkiraan 0,4 %per tahun dengan jumlah penduduk kurang lebih 900 juta jiwa.

  1. Periode Tahun 1800-1850

Periode ini ditandai dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi terutama di negara-negara Eropa. Di mana dalam kurun waktu 50 tahun pertumbuhan penduduk kurang lebih 33,3%. Keadaan tersebut terjadi karena stabilnya kondisi politik sehingga mendorong pula terhadap ketahanan penyediaan pangan. Selain itu meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan lingkungan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk.

  1. Periode Tahun 1850-1900

Kemajuan teknologi pada periode ini semakin mendorong peningkatan produktivitas manusia. Pada saat itu tingkat fertilitas di negara-negara barat menurun karena sudah mulai sadar bahwa pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan melalui usaha penurunan tingkat kelahiran.

  1. Periode Tahun 1900-1930

Pada periode ini terjadi Perang Dunia I yang memberi pengaruh besar terhadap pertumbuhan penduduk dunia. Secara garis besar terjadi tiga perkembangan penduduk, yaitu sebagai berikut.

  • Negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat mampu mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan baik.
  • Negara-negara Eropa Timur, Afrika Utara, Amerika Latin serta Jepang, usaha penurunan angka kelahiran belum berhasil.
  • Negara-negara berkembang (negara-negara selain yang telah disebutkan di atas) mengalami kelahiran dan kematian yang cukup tinggi.
  1. Periode Tahun 1930 – Sekarang

Merupakan periode peledakan penduduk terutama pasca Perang Dunia II. Berkembangnya teknologi modern serta meningkatnya pelayanan kesehatan menyebabkan meningkatnya kualitas hidup. Pada periode ini penduduk dunia mencapai 4 milyar (dekade 1990-an) dan 6 milyar (dekade 2000). Namun, hanya 1 milyar lebih yang hidup di negara mapan atau maju.

Jumlah penduduk yang begitu besar di Indonesia menjadi salah satu permasalahan yang cukup serius terutama untuk di daerah perkotaan. Hal ini terjadi karena semakin besar jumlah pertumbuhan penduduk, maka semakin banyak pula permasalahan yang dihadapi oleh suatu daerah. Permasalahan kependudukan yang selalu dihadapi oleh negara maju maupun berkembang adalah masalah over populasi dimana jumlah angka kelahiran dan kematian bayi yang tinggi, adanya urbanisasi, sempitnya lapangan pekerjaan yang menyebabkan tingginya tingkat pengangguran, atau penyebaran penduduk yang tidak merata. Misalkan yang terjadi diperkotaan, masalah kepadatan penduduk yang terjadi karena sedikitnya lapangan pekerjaan di perkotaan maka semakin besar tingkat pengangguran di kota akibatnya pada dampak lingkungan semakin banyak perumahan yang kumuh dan tidak terurus akibat keterbatasan biaya dan tidak adanya pekerjaan, dan dapat berpengaruh pada tingkat kriminalitas yang mengharuskan beberapa yang pengangguran untuk melaksanakan kegiatan yang melanggar hukum di negaranya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s